Senin, 11 Juli 2016

nope

Aku hanyalah air hujan, bunga
Menembus di sela-sela tanah
Lalu hilang dari jangkauan mata
Tapi demi mekar kuncupmu aku sungguh amat bahagia
Kau akan dipuja
Dan aku yang memilih dilupa

Akulah air hujan, sayang
Saat telah bergandengan tangan
Sulit kita diuraikan
-Ust. Dwi Budiyanto-

Maka, izinkan aku menjadi air hujan itu
Air hujan yang jauh2 datang untukmu
Bermula dari asal yang sama lalu pergi entah kemana
Dan kembali untuk pertemuan kita berdua

Ya, izinkan aku sayang
Menjadi air hujan yang paling senang
Hadir untukmu demi merekahnya kamu di masa mendatang
Air hujan yang kan membawamu untuk menang

Maka pastikan
Hanya kamu bunga kuncup itu
Dan pastikan
Hanya aku air hujan yang layak untukmu



Tidak ada komentar:

Posting Komentar