Jumat, 12 Juni 2015

RINDU RAMADHAN...





H-beberapa hari lagi, bulan terindah yang dinanti jutaan umat, di mana Muslimin dan Muslimat diberikan banyak kesempatan untuk menabung kebaikan. Yang pada salah satu malamnya terdapat malam yang lebih baik daripada seribu bulan, lailatul qodar.
ketika bulan ini dijadikan ajang untuk mempererat tali silaturrahim, terlebih dalam suasana berbuka puasa bersama sanak saudara, bersama para tetangga di masjid desa, maupun bersama teman-teman terdekat sampai teman yang telah lama tak bersua dengan kita. di saat-saat itulah jutaan cambuk rindu akan bulan ini menyeruak...
bulan, yang di mana pada sepuluh hari terakhirnya ditunggu-tunggu oleh manusia perindu taubat. meramaikan rumah Allah, mengalirkan air mata dosa, melantunkan firman Sang Maha Cinta dengan nada, sampai acara saling berbagi ifthor terbaik untuk sesama.
walaupun,,, tak semua merasakan atmosfer kebahagiaan yang sama. dan disitulah kadang saya merasa sedih. Ternyata banyak juga yang menyikapi bulan ini dengan kesulitan dan rasa berat, yang hanya menyia-nyiakan obralan pahala dengan urusan dunia, meski aku pernah menjadi salah satu dari mereka.
di sanalah tantangan keistiqomahan begitu dimainkan. Karena tak semua yang berapi-api dalam menyambut ramadhan mampu mempertahankan apinya sampai finish tanpa kenal padam. padahal belenggu setan amat kuat mengikat, tetapi belenggu setan manusia justru lebih leluasa menggoda nafsu-nafsu tertahan untuk lepas dikeluarkan.
MAMPUKAH KITA MELEWATINYA? JAWABANNYA DITENTUKAN OLEH #KEISTIQOMAHAN
SELAMAT BER-RAMADHAN RIA, BER-RAMADHAN CERIA, BER-RAMADHAN PAHALA J