H-beberapa hari lagi, bulan terindah yang dinanti jutaan
umat, di mana Muslimin dan Muslimat diberikan banyak kesempatan untuk menabung
kebaikan. Yang pada salah satu malamnya terdapat malam yang lebih baik daripada
seribu bulan, lailatul qodar.
ketika bulan ini dijadikan ajang untuk mempererat tali
silaturrahim, terlebih dalam suasana berbuka puasa bersama sanak saudara,
bersama para tetangga di masjid desa, maupun bersama teman-teman terdekat
sampai teman yang telah lama tak bersua dengan kita. di saat-saat itulah jutaan
cambuk rindu akan bulan ini menyeruak...
bulan, yang di mana pada sepuluh hari terakhirnya
ditunggu-tunggu oleh manusia perindu taubat. meramaikan rumah Allah,
mengalirkan air mata dosa, melantunkan firman Sang Maha Cinta dengan nada,
sampai acara saling berbagi ifthor terbaik untuk sesama.
walaupun,,, tak semua merasakan atmosfer kebahagiaan yang
sama. dan disitulah kadang saya merasa sedih. Ternyata banyak juga yang
menyikapi bulan ini dengan kesulitan dan rasa berat, yang hanya menyia-nyiakan
obralan pahala dengan urusan dunia, meski aku pernah menjadi salah satu dari
mereka.
di sanalah tantangan keistiqomahan begitu dimainkan. Karena
tak semua yang berapi-api dalam menyambut ramadhan mampu mempertahankan apinya
sampai finish tanpa kenal padam. padahal belenggu setan amat kuat mengikat,
tetapi belenggu setan manusia justru lebih leluasa menggoda nafsu-nafsu
tertahan untuk lepas dikeluarkan.
MAMPUKAH KITA MELEWATINYA? JAWABANNYA DITENTUKAN OLEH
#KEISTIQOMAHAN
SELAMAT BER-RAMADHAN RIA, BER-RAMADHAN CERIA, BER-RAMADHAN
PAHALA J
